Menu Horisontal

Kamis, 10 November 2011

TEKNIK MENJUAL PRODUK/BARANG

    Umumnya di Indonesia, konsumen sering menawar setiap produk yang akan mereka beli. Bagi si penjual, biasanya sulit untuk bisa menghindari konsumen yang berperilaku seperti ini.
Bahkan mungkin ketika kita menjadi seorang pembeli, kita juga kerap melakukan hal yang sama.
     Kondisi demikian merupakan hal yang lumrah dan berlaku sesuai dengan sistem ekonomi, dimana pembeli menginginkan barang yang ia butuhkan dengan harga yang serendah mungkin. Sementara si penjual berusaha mendapatkan keuntungan yang besar dari produk/barang yang ia jual.
     Jika anda seorang pengusaha, maka menjual barang yang anda miliki adalah merupakan suatu keharusan, bukan pilihan! Sehingga seorang pengusaha harus menguasai secara luas tentang teknik-teknik menjual barang.
    Berikut adalah sembilan teknik menjual yang mungkin bisa anda praktekkan. Namun demikian, semua keberhasilan tergantung dari individu si penjual.
1.  Kuasai detil produk yang akan di jual.  Menguasai kelebihan dan kekurangan dari produk/barang yang akan kita jual merupakan suatu keharusan. Meskipun kadang kekurangan suatu produk tidak harus diungkapkan secara lugas, tetapi konsumen bisa mengetahui perbandingan dari kompetitor kita. Bila kita  menguasai kelebihan dan kekurangan produk/barang dengan baik, maka relatif lebih mudah untuk    menggiring konsumen mengikuti apa yang kita inginkan.
2. Gali potensi dan kebutuhan calon konsumen. Setelah itu bisa diarahkan supaya produk yang ditawarkan bisa menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhannya.
3.  Gunakan tutur kata yang baik dan sopan dengan bahasa tubuh yang proposional. Pastikan adanya ketulusan dan keikhlasan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumen.
4. Harus yakin bahwa produk yang sedang ditawarkan sangat penting dan sangat berarti bagi konsumen.
5.  Jadilah selalu sebagai orang yang bisa dipercaya. Kita harus bisa memegang komitmen dengan baik dan menjalankan komitmen itu seperti yang sudah direncanakan.
6. Bila menemui kendala atau masalah dalam hal sudah terjadi komitmen dengan pembeli pelanggan. Kita harus terus terang dan mempertanggung jawabkan segala resiko yang mungkin akan timbul bagi kedua pihak dengan semestinya.
7. Carilah selalu titik temu yang optimum dalam setiap negosiasi yang anda jalankan dengan konsumen, supaya bisa mencapai kepuasan bersama.
8.  Hindari menjual berdasarkan belas kasihan pada/dari konsumen. Anda harus mengarahkan pembeli pada satu keputusan membeli secara rasional, bukan atas dasar belas kasihan.
9. Selalulah anda melayani dengan sesempurna mungkin supaya pelanggan akan sangat bergantung dengan anda. Teknik penjualan yang ini harus dilakukan seproposional mungkin.
     Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar